Isu Ideologi Pasca Pemilu 2019

Oleh: Hafidz Nur Ockta Kustiyanto

Pemilu merupakan pesta demokrasi yang besar pada semua Negara khususnya Negara demokrasi, Indonesia adalah salah satu negara demokrasi di dunia dan satu-satunya Negara yang berasaskan pancasila. Tapi apakah setiap kali melaksanakan pemilu akan berjalan dengan lancar dan tanpa kendala?? Lalu apakah juga ada jejak yang masih tertinggal pasca pemilu selesai dilaksanakan?? Khusunya pada pemilu 2019 kali ini??

KPU sebagai lembaga pelaksana yang didukung oleh badan pembantu seperti BAWASLU, DKPP, dan lain-lain, tentu akan sangat menyiapkan proses pemilu dengan sebaik-baiknya. Namun tentu setiap perencanaan tidak selalu berjalan sesuai keinginan, tentunya akan banyak menemui kendala baik secara internal maupun eksternal.

Banyak isu-isu yang terjadi dalam pelaksanaan pemilu tahun ini, antara lain: penyebutan simpatisan cebong dan kampret, calon pendukung PKI dan Khilafah, penyebutan paslon berupa Mukidi dan Wowo, Genderuwo, dll. Selain itu, pemilu tahun ini merupakan pemilu dengan tingkat kasus hoax dan ujaran kebencian yang sangat tinggi.

Namun setelah pemilu ini selesai digelar, isu-isu, hoax, dan ujaran kebencianpun sudah banyak berkurang atau malah menghilang seperti ditelan bumi. Salah satu isu yang sangat santer pada sebelum pemilu yang kini sudah tidak terdengar lagi adalah isu ideologi Komunis dan Khilafah pada masing-masing  paslon, juga mengenai kerusuhan 22 Mei lalu yang masih meninggalkan banyak tanda tanya.

Penulis berpendapat bahwa isu ideologi merupakah siasat yang sangat meyakinkan untuk menarik banyak simpatisan, terbukti lembaga-lembaga agama yang tadinya menyatakan netralpun menjadi ikut terjun ke dunia politik. Naum, isu ideologi adalah isu yang masih sangat sulit dibuktikan kebenarannya. Perlu diapresiasi masyarakat Indonesia yang tidak terlalu terpancing oleh hal-hal seperti itu, karena sudah banyak yang sadar akan pentingnya nilai-nilai pancasila dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan kesatuan persatuannya demi terwujudnya Indonesia yang aman, adil, dan makmur.

Selain itu, tidak dapat dipungkiri juga bahwa Negara yang sangat kaya akan segalanya ini menjadi sasaran banyak pihak internasional dalam mengembangkan segalanya tidak terkecuali ideologi. Maka dari itu menjadi tugas bersama dalam menjaga keutuhan bangsa dan menanmkan nilai-nilai pancasila bagi seluruh warga Indonesia baik untuk pemerintah, aparat penegak hukum, dan seluruh rakyat Indonesia.

Tentu Indonesia harus belajar banyak dari Negara lain yang sudah sukses dan dewasa dalam pelaksanaan pesta demokrasi, dan juga belajar dari pengalaman Indonesia sendiri dalam pelaksanaan pemilu di masa lalu, agar proses pesta demokrasi ini dapat menjadi agenda bangsa yang benar-benar dapat dirasakan baik oleh seluruh warganya.

Follow and Visit Us
Share it
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter
INSTAGRAM
GOOGLE

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. DavidOxice berkata:

    Ciao! kisp-id.org

    We offer

    Sending your commercial proposal through the feedback form which can be found on the sites in the Communication section. Contact form are filled in by our application and the captcha is solved. The advantage of this method is that messages sent through feedback forms are whitelisted. This technique raise the probability that your message will be open.

    Our database contains more than 25 million sites around the world to which we can send your message.

    The cost of one million messages 49 USD

    FREE TEST mailing of 50,000 messages to any country of your choice.

    This message is automatically generated to use our contacts for communication.

    Contact us.
    Telegram – @FeedbackFormEU
    Skype FeedbackForm2019
    Email – FeedbackForm@make-success.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.