KISP MENDORONG AKSESIBILITAS PILKADA 2020 BAGI DIFABEL

Dalam menyambut Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) Serentak 2020 yang rencananya diselenggarakan di tengah kondisi pandemi covid-19, Komite Independen Sadar Pemilu (KISP) menyelenggarakan Diskusi Daring bertajuk “Ngaji Pemilu #5: Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19 dan Aksesibilitas bagi Pemilih Difabel #Awaspilkadarawan”. Diskusi diselenggarakan melalui aplikasi Zoom pada Sabtu (27/6).

Ngaji Pemilu #5 merupakan rangkaian agenda Komite Independen Sadar Pemilu (KISP) dalam mengawal proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. KISP merupakan salah satu organisasi yang memiliki konsentrasi dalam isu pemilu dan demokrasi, serta terus mengedepankan kepedulian dalam pengawalan proses pelaksanaan Pilkada Serentak yang akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020. Pengawalan secara konsisten dilakukan bertujuan agar dapat terciptanya pelaksanaan Pilkada yang berkualitas.

Dalam diskusi kali ini, KISP menghadirkan empat pembicara diantaranya: Sadar Narimo (DPRD DIY), M. Amir Nashiruddin (BAWASLU DIY), Moh. Zaenuri Ikhsan (KPU DIY), dan KISP juga menghadirkan seorang aktivis pengawal isu disabilitas dari Sarana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel yang diwakili oleh Ajiwan Arief Hendrardi.

Menurut Moch Edward Trias Pahlevi selaku Koordinator Umum KISP, Ngaji Pemilu #5 KISP mengangkat isu berkaitan dengan pemilih difabel karena isu ini masih dipandang sebelah mata dengan isu-isu lainnya. Diskusi ini dilaksanakan pada momentum yang sangat tepat dikarenakan tahapan coklit (cocok data pemilih) akan dilaksanakan pada bulan juli mendatang, maka pemetaan terkait daftar pemilih bagi penyadang difabel sangat penting dalam menciptakan pemilihan yang inklusif. Serta bagaiamana cara pelibatan para penyandang difabel dalam ikut menjadi relawan maupun sebagai penyelenggara di tingkat ad hoc.

Dalam situasi pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi Covid-19, pemilih difabel sangat rentan terinfeksi Covid-19.  Menurut organisasi kesehatan dunia, disalibilitas merupakan salah satu kelompok rentan dalam masa pandemi Covid – 19. Hal ini karena difabel memiliki kerentanan lebih terpapar Covid-19. Ada beberapa sebab yaitu; Pertama, tempat cuci tangan kemungkinan tidak aksesibel. Kedua, difabel tertantu sulit menjaga jarak dengan orang lain karena selalu butuh bantuan (pendamping). Ketiga, difabel netra sangat rentan karena selalu meraba atau menyentuh  untuk mengetahui sesuatu. Maka ketiga hal ini perlu menjadi perhatian khusus penyelenggara pemilu untuk menyiapkan standart protokol kesehatan yang memadai nantinya dalam pemungutan suara di 9 Desember 2020.

Selain itu, difabel juga merupakan salah satu kelompok rentan yang sangat merasakan dampak pandemi Cobid-19. Berdasarkan hasil assessment cepat jaringan organisasi difabel respons Covid-19, menunjukan bahwa mayoritas difabel bekerja disektor informal dan sangat terdampak oleh Covid-19. Banyak diantara mereka yang bahkan tidak berpenghasian selama Covid-19. Kemiskinan yang menimpa difabel, sangat rentan dimanfaatkan pihak tak bertanggungjawab jelang pilkada. Hal ini karena rawan money politik dan suap jelang pilkada.

Dalam kontestasi demokrasi, isu pemilih difabel menjadi isu yang jarang menjadi fokus dalam diskursus kepemiluan. Padahal, selain memiliki hak memilih, penyandang disalibitas memiliki hak-hak khusus yang harus dipenuhi untuk menunjang mereka menggunakan hak suara. Hak itu antara lain: Hak mendapat pendataan khusus, hak Mendapat Sosialisasi Pemilu, hak mendapat TPS yang Sesuai dan aksesibel, hak mendapat surat suara khusus, dan hak mendapat pendampingan.

KISP menemukan ada beberapa catatan penting hambatan pemilih difabel dalam diskusi Ngaji Pemilu #5 ialah

  1. Memiliki hambatan untuk mengakses informasi terkait pemilihan
  2. Sosialisasi kurang masif dilakukan
  3. Diabaikan oleh stakeholder dan pemerihtah setempat
  4. Data difabel tidak ada, tidak valid
  5. Tempat memilih tidak aksesibel
  6. Pemilihan tidak ramah difabel
  7. Ketidakpercayaan kepada petugas

Ke empat pembicara juga memberikan pandangannya terkait permasalahan isu disalibitalitas dalam Pilkada Serentak mendatang.

Moh. Zaenuri Ikhsan selaku perwakilan dari KPU DIY menekankan pentingnya pendataan khusus pemilih difabel dengan mengajak kolaborasi elemen civil society, terkhusus SIGAP selaku LSM yang fokus pada isu difabel. “Ragam difabel mesti didata guna penyelenggara melihat dan memberikan fasilitas dan upaya terhadap pemilih difabel. Perlu adanya sinkronisasi antara data difabel yang dimiliki oleh KPU DIY dengan Sigab agar adanya kesesuaian dan keakuratan data.” Terang Zaenuri

Hal senada juga diungkapkan M. Amir Nashiruddin selaku perwakilan dari Bawaslu DIY, ia menerangkan bahwa Implementasi dilapangan perlu dikoordinasikan dengan masyarakat sipil agar tidak terjadinya perbedaan data. Dalam konsolidasi data, ini menjadi titik krusial guna menentukan seseorang termasuk pemilih atau tidak.

Dalam kesempatan yang sama, Sadar Narimo perwakilan dari DPRD DIY mengungkapkan pentingnya pengakomodasian sarana dan prasarana di TPS agar disiapkan dengan matang oleh penyelenggara.

Sementara itu, Ajiwan Arief selaku perwakilan dari SIGAB mengungkapkan lebih kepada kerawanan kondisi Pandemi Covid-19. “Dalam Pilkada pemilih difabel berpotensi lebih dapat terpapar dengan virus covid-19. Hal itu dilihat dari bebeapa faktor ialah pertama, tempat cuci tangan tidak aksesibel terutama bagi teman-teman yang menggunakan kursi roda atau teman-teman tuna netra. Kedua, jarak antrian di TPS yang menjadi perhatian khusus bagi teman-teman difabel. Ketiga, difabel netra memiliki kesulitan dalam mengetahui sesuatu yang mesti diraba terlebih dahulu. Keempat, yakni terbatasnya akses informasi yang begitu terbatas. Ini menjadi permasalahan umum yang sering didapati.” Ungkap Ajiwan Arief.

Harapannya, rembuk gagasan dan opini dalam diskusi ini bisa menambah kesadaran semua pihak akan pentingnya pemenuhan hak disalibitas pada Pilkada yang diselenggarakan di Tengah Pandemi ini. Sehingga, seluruh pemangku kepentingan menjadikan isu pemenuhan hak difabel dalam Pilkada Serentak sebagai prioritas.

Follow and Visit Us
Share it
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter
INSTAGRAM
GOOGLE

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.