MUHAMMADIYAH DAN NAHDATUL ULAMA SHOCKBREAKER INDONESIA

Oleh: Moch Edward Trias Pahlevi, S.IP
Koordinator Komite Independen Sadar Pemilu (KISP)

Pemungutan suara pada 17 April 2019 telah usai, masing masing paslon 01 dan 02 mengklaim kedua belah pihak menjadi pemenang dalam kontestasi pemilu serentak 2019, Bumbu panas ini semakin menjadi ketika hasil quick count di tayangkan hampir di seluruh televisi memenangkan kubu 01. Saling klaim ini mengakibatkan tensi politik di Indonesia cukup tinggi membuat kekhawatiran berbagai belah pihak. Kondisi ini tentu sangat diperlukan peran elite politik untuk memberikan narasi persatuan dan kesatuan agar gerakan di akar rumput tidak melakukan gerakan yang tidak bisa ditoleransi.

Indonesia sudah sangat biasa menghadapi perbedaaan pandangan seperti ini, aksi 212 dan 411 merupakan gerakan yang luarbiasa dalam sejarah Indonesia, jutaan orang berkumpul di dalam satu tempat untuk menyampaikan pendapat tanpa konflik. Efek gerakan ini sangat berpengaruh pada Politic electoral di jakarta. Dan juga terasa riak tersebut hingga Pilpres dan Pileg 2019. Tensi agama ini tentu menjadi kayu bakar yang berikan bensi apabila tidak bisa diredam bisa terbakar dengan skala besar.

Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama merupakan ormas terbesar di Indonesia yang memiliki pengikut yang cukup besar. Dan juga menjadi ormas sentral yang masih di dengar oleh masyarakat Indonesia. Narasi legowo dan narasi perdamaian menjadi air untuk mengurangi tensi panas di Indonesia pasca Pilpres dan Pileg 2019.

Sungguh bahaya apabila kedua ormas ini justru masuk secara dalam politic electoral, karena tidak ada tokoh sentral yang menjadi panutan masyarakat dalam meredam syahwat politik yang begitu besar. NU dan Muhammadiyah telah terbukti selalu hadir dalam setiap kegentingan di masyaraka yang komunal.

Banyak pertanyaan oleh masyarakat asing mengapa Indonesia masih bertahan hingga saat ini. Dengan jumlah penduduk yang besar, agama yang bervariasi, suku yang banyak. Namun Indonesia bisa mampu menerima perbedaan semua ini dengan situasi yang aman.  Namun kita sebagai warga Indonesia harus berhati-hati dalam menyikapi hal politik yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

Follow and Visit Us
Share it
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter
INSTAGRAM
GOOGLE

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.