ANTARA EKSPEKTASI DAN REALITA DIFABEL PADA PEMILU SERENTAK 2019

Oleh : Azka Abdi Amrurobbi, S.IP
(Sekretaris Umum KISP)

Puncak dari Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019 telah dilaksanakan pada 17 april 2019, dimana masyarakat yang telah memiliki hak pilih datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memilih 5 surat suara yaitu Presiden dan Wakil Presiden, DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Tidak terkecuali difabel yang telah memiliki hak pilih. Menurut Komisioner KPU DIY Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, terdapat 11.342 difabel yang memiliki hak pilih pada pemilu serentak 2019, yang berarti hanya 0,42% difabel dibandingkan dengan jumlah DPT keseluruhan di DIYyaitu 2.695.805 orang.

Walaupun difabel tergolong kedalam kelompok minoritas berdasarkan jumlahnya yang sedikit, namun KPU harus mampu memberikan pelayanan yang seharusnya untuk memenuhi hak-hak mereka tanpa adanya diskriminasi. Undang-Undang No. 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas menjelaskan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia menjamin kelangsungan hidup setiap warga negara, termasuk para penyandang disabilitas yang mempunyai kedudukan hukum dan memiliki hak asasi manusia yang sama sebagai Warga Negara Indonesia dan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari warga negara dan masyarakat Indonesia merupakan amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa, untuk hidup maju dan berkembang secara adil dan bermartabat. Dijelaskan juga dalam Undang-Undang No. 7 tahun 2017 tentang Pemilu bahwa Penyandang disabilitas yang memenuhi syarat mempunyai kesempatan yang sama sebagai pemilih, sebagai calon anggota DPR, sebagai calon anggota DPD, sebagai calon Presiden/Wakil Presiden, sebagai calon anggota DPRD, dan sebagai penyelenggara pemilu. Dari dua UU diatas KPU memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan bagi difabel dalam Pemilu 2019.

Salah satu bentuk pelayanan yang disediakan oleh KPU adalah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang aksesibel. TPS seharusnya dibuat sedemikian mungkin agar difabel mudah dalam menggunakan hak pilihnya. Pada buku saku PTPS 2019 yang dibuat oleh Bawaslu, bagian dua yang membahas tentang ruang lingkup tugas pengawas tempat pemungutuan suara, dituliskan bagaimana mendirikan lokasi TPS dan seperti apa ketentuan TPS yang akses untuk semua calon pemilih, termasuk bagi difabel.

Prinsip-Prinsip Lokasi Tempat Pemungutan Suara

  1. Lokasi tempat pemungutan suara tidak bertangga/ tidak berpasir/ tidak berumput tebal/ tidak berundak/ bertingkat.
  2. Jalan menuju tempat pemungutan suara tidak berbatu/ tidak bergelombang/ tidak terhalangi oleh parit atau selokan.

Tempat Pemungutan Suara

  1. Pintu masuk dan keluar lebih dari 90 cm.
  2. Meja bilik, memiliki ruang kosong di bawahnya dengan tinggi 75 cm – 100 cm.
  3. Meja kotak, tinggi maksimal 35 cm dari lantai.
  4. Luas ruangan 10 x 8 meter.

Semua prasyarat tersebut harus disediakan oleh tim pelaksana pemilu di lapangan dengan tujuan agar mempermudah mobilitas masyarakat baik difabel hingga lansia. Dijelaskan dalam Undang-Undang No. 8 tahun 2016 bagian ke sembilan pasal 13 huruf G yaitu hak difabel meliputi memperoleh aksesibilitas pada sarana dan prasarana penyelenggaraan pemilihan umum, pemilihan gubernur, bupati/walikota, dan pemilihan kepala desa atau nama lain.

Namun dalam kenyataannya TPS akses yang seharusnya menjadi salah satu bentuk dalam memenuhi hak-hak difabel dalam pemilu tidak terlaksana dengan baik. Hasil pemantauan yang dilakukan Komite Independen Sadar Pemilu (KISP) pada pemilu 2019 di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih banyak TPS yang tidak aksesibel, seperti masih adanya tangga/berundak, bergelombang, akses jalan yang sempit, dan lain sebagaianya. Harapannya di Pemilu-Pemilu selanjutnya aksesibilitas bagi difabel terus dibenahi dan dijadikan fokus utama, karena ini berkaitan dengan Hak Asasi Manusia (HAM) yang diatur didalam Undang-Undang.

Follow and Visit Us
Share it
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter
INSTAGRAM
GOOGLE

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. CoryBig berkata:

    Hello. I have checked your kisp-id.org and i see you’ve
    got some duplicate content so probably it is the reason that you don’t rank hi in google.
    But you can fix this issue fast. There is a tool
    that creates articles like human, just search in google:
    miftolo’s tools

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.